Jual Kubah Masjid Kampung Hulu Malaka – Malaysia

By | January 18, 2019

Peristiwa berdirinya Malaka tdk dapat dipisahkan dengan Peristiwa Negara kita Negara Republik Indonesia, sebab pada waktu yang sama negeri tetangga kita ikut tengah bertarung menantang penjajahan Belanda serta Portugis pada waktu yang sama juga dengan saat-saat perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Beragam saksi bisu yang masihlah berdiri sampai saat ini juga bisa perlihatkan kalau eksistensi perjuangan penyebaran islam serta kemerdekaan persis sama dengan yang berlangsung di Indonesia. Masjid sebagai saksi bisu itu antara lain ialah Masjid Kampung Hulu Malaka, Malaysia, yang akan kita ulas kesempatan ini.

jual kubah masjid Kampung Hulu Malaka jadi salah satunya jual kubah masjid paling tua di negeri Malaysia serta hingga sampai sekarang jadikan salah satunya bangunan warisan peristiwa serta cagar budaya nasional oleh pemerintah Kerajaan Malaysia. Meskipun jadi masjid paling tua di Malaysia, tapi majid ini masihlah menjalankan fungsinya jadi tempat peribadatan dengan baik. Bahkan juga sekarang Masjid Kampung Hulu ikut ikut jadikan obyek wisata serta salah satunya landmark Kota Malaka terutama.

Di dalam lahan Masjid Kampung Hulu Malaka ada satu makam keramat yang di percayai adalah makam Sayyid Abdullah Al-Haddad, yaitu seseorang guru agama yang dikira wali pada saat-saat itu. Umat non-muslim tdk diijinkan buat masuk ke jual kubah masjid, tapi masihlah bisa datang ke masjid ini sekedar hanya lihat di luar saja.

Masjid Kampung Hulu Malaka berdiri di tempat yang tidak sempat dipindahkan dari pertama dibangun, ialah ada dalam suatu pusat kota mala yang tenar dengan dominasi ruko-ruko punya keturunan masyarakat China.

 

Arsitektural Masjid Kampung Hulu

Arsitektural bangunan Masjid Kampung Hulu dibuat dengan adopsi dari arsitektur Sumatera serta Jawa, diperlengkapi dengan satu bangunan menara di sisi samping kiri masjid, serta terpisah jauh dengan bangunan pentingnya. Atap bangunan jual kubah masjid ini dibikin demikian rupa serupa bentuk piramida yang bersusun tiga, dengan 4 soko guru penting jadi penopang penting, serta sejumlah soko guru yang lebih kecil buat menyokong sisi atap yang lain.

Bila disaksikan sesaat, memang Masjid Kampung Hulu ini amat menyerupai dengan masjid yang ada pada Sumatera serta di Pulau Jawa, jadi Orang Indonesia yang hadir bertandang tentunya tak kan terasa asing dengan rancangan bangunannya.

Tidak cuman Budaya Sumatera serta Jawa, nyatanya Budaya Bangunan Cina ikut diadopsi, tampak dari Ornament dari puncak atap di Import langsung dari Cina, keramik jadi pelapis lantai ikut dihadirkan dari negara Cina, bahkan juga bentuk bangunan menaranya lebih menyerupai dengan bangunan Pagoda.

 

Peristiwa Masjid Kampung Hulu Malaka – Malaysia

Bangunan jual kubah masjid Kampung Hulu dibangun pertama-tama pada tahun 1728 oleh Dato’ Samsudin Bin Arom, seseorang Wakil dari Orang Melayu pada waktu saat-saat penjajahan Belanda di Malaka. Pada waktu itu, kebebasan umat beragama masihlah amat dihargai serta agama apa pun diijinkan buat membangun tempat ibadahnya. Tapi, keputusan pembebasan agama apa pun itu nyatanya cuma untuk satu politik yang dijalankan oleh pemerintah kolonial Belanda, supaya simpatisme dari orang pribumi dapat diperoleh oleh Belanda, selesai Portugis membumi hanguskan seluruhnya tempat beribadah yang ada pada Malaysia, terkecuali bangunan Gereja Katolik.

Lantas, pada waktu Portugis ditaklukkan oleh Belanda pada tahun 1640-an, kekuasaan Malaka lantas berganti terhadap Belanda. Pada saat penjajahan Belanda berikut ini agama Katolik dilarang, diluar itu diijinkan.

Lantas kolonial Belanda menunjuk Dato’ Syamsuddin bin Arom jadi Kapitan, pimpinana orang pada saat itu, buat pimpin satu pembangunan masjid serta pimpin kaum muslim di Malaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *